Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHukrimInternasionalKesehatanOtomotifProgrammingTechnologiesTeknologiTNI/POLRI

DP3A Kota Kendari Perkuat Pencegahan Bullying Melalui Literasi Ruang Digital di SMPN 1 Kendari

31
×

DP3A Kota Kendari Perkuat Pencegahan Bullying Melalui Literasi Ruang Digital di SMPN 1 Kendari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SORUME.ID – KENDARI || Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui penyelenggaraan Sosialisasi Anti Bullying bertema “Literasi Pembatasan Ruang Digital” yang digelar di SMP Negeri 1 Kendari, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pencegahan kekerasan terhadap anak, khususnya perundungan yang kini tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga berkembang di ruang digital melalui media sosial, aplikasi percakapan, hingga permainan daring.

Example 300x600

Sosialisasi menghadirkan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan DP3A Kota Kendari, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Rumpun Perempuan Sulawesi Tenggara, serta Forum Anak Kota Kendari (FANTARI) sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Kepala DP3A Kota Kendari menegaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut adanya peningkatan literasi digital bagi anak agar mampu menggunakan media digital secara aman dan bertanggung jawab.

“Anak-anak kita saat ini hidup di dua ruang, yaitu ruang nyata dan ruang digital. Karena itu mereka perlu memahami batasan dalam menggunakan media sosial, mampu melindungi diri dari perundungan daring, serta berani menolak segala bentuk bullying,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari memberikan edukasi mengenai etika bermedia sosial, pentingnya menjaga jejak digital, bahaya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta mekanisme pelaporan terhadap konten negatif yang berpotensi merugikan masyarakat.

Sementara itu, Rumpun Perempuan Sulawesi Tenggara mengulas dampak psikologis yang dialami korban cyberbullying, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, gangguan kesehatan mental, hingga penurunan prestasi belajar.

Organisasi tersebut juga mengajak orang tua dan guru untuk menjadi ruang aman bagi anak dalam menyampaikan setiap persoalan yang dihadapi.

Dari perspektif anak, Forum Anak Kota Kendari (FANTARI) mengajak para pelajar menjadi generasi yang berperan sebagai “Pelopor dan Pelapor”, yakni tidak melakukan perundungan, tidak membiarkan tindakan bullying terjadi, serta berani melaporkan apabila menemukan kasus kekerasan terhadap teman sebaya.

Kegiatan yang diikuti ratusan siswa SMP Negeri 1 Kendari berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, dan kuis edukatif.

Para siswa juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai penggunaan media sosial dan berbagai bentuk perundungan yang pernah mereka temui, kemudian mendapatkan arahan langsung dari para narasumber.

Kepala SMP Negeri 1 Kendari mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran seluruh peserta didik agar menjauhi segala bentuk bullying, baik secara langsung maupun melalui media digital, sehingga SMP Negeri 1 Kendari tetap menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak,” katanya.

Sebagai penutup, seluruh peserta, narasumber, dan pihak sekolah melaksanakan dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kota Kendari berharap lahir generasi muda yang memiliki literasi digital yang baik, mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana, serta menjunjung tinggi sikap saling menghormati, baik di dunia nyata maupun di ruang digital(Red/tg).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *