SORUME.ID-KONAWE SELATAN || Di tengah perjuangan melawan rasa sakit yang terus menggerogoti tubuhnya, seorang lelaki pasien rujukan asal Kecamatan Laonti harus menjalani perjalanan panjang demi memperoleh hak dasar sebagai warga negara: sebuah identitas kependudukan,Selasa(23/6/26).
Pasien yang diketahui menderita pendarahan dan sesak napas itu tiba di Kantor Kecamatan Moramo Utara dalam kondisi lemah.
Dengan tubuh yang tak lagi mampu menopang dirinya sendiri, ia harus ditandu dan dibantu masuk ke ruang perekaman identitas yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Konawe Selatan.
Momen tersebut menjadi pemandangan yang mengundang haru. Di saat sebagian orang dapat dengan mudah mengurus dokumen kependudukan, pasien ini justru harus berjuang melawan rasa sakit dan menempuh perjalanan lintas laut demi mendapatkan identitas yang selama ini belum dimilikinya.
Perjalanan itu dimulai dari wilayah pesisir Kecamatan Laonti menggunakan transportasi Puskesmas Laut.
Setelah menembus gelombang perairan, pasien kemudian dijemput di Dermaga Lapuko untuk melanjutkan perjalanan darat menuju Rumah Sakit Bahteramas Kendari sebagai pasien rujukan.
Namun sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan, satu persoalan mendasar harus segera diselesaikan: ketiadaan dokumen identitas kependudukan.
Melihat kondisi yang mendesak tersebut, tim pelayanan jemput bola dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Konawe Selatan, yang sedang melaksanakan pelayanan perekaman dokumen kependudukan di Kecamatan Moramo Utara bergerak cepat memberikan pelayanan khusus.
Dengan penuh kehati-hatian, proses perekaman wajah dilakukan agar pasien dapat segera memiliki identitas resmi yang diperlukan untuk mendukung administrasi pelayanan kesehatan.
Suasana ruang pelayanan seketika berubah menjadi penuh empati. Petugas, tenaga kesehatan, dan keluarga pasien bersatu dalam satu harapan agar proses administrasi dapat segera tuntas sehingga pasien memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih optimal.
Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Moramo Utara, Misnawati Daud, S.E., menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi bukti nyata pentingnya kehadiran negara hingga ke pelosok wilayah.
“Hari ini kami menyaksikan langsung bagaimana sebuah identitas kependudukan dapat menjadi kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan dalam situasi darurat. Kehadiran pelayanan jemput bola Disdukcapil bukan sekadar mencetak dokumen, tetapi menghadirkan harapan bagi warga yang sedang berjuang untuk hidup dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Ini adalah wujud nyata negara hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ujar Misnawati.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menjadi contoh pelayanan publik yang mengedepankan kemanusiaan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap dokumen kependudukan terdapat hak-hak dasar warga negara yang harus dijamin.
Di tengah kondisi fisik yang melemah, pasien asal Laonti tersebut akhirnya berhasil menjalani perekaman wajah.
Sebuah langkah kecil yang mungkin terlihat sederhana, namun menjadi sangat berarti dalam perjuangannya menuju ruang perawatan rumah sakit.
Di ruang pelayanan Kecamatan Moramo Utara hari itu, identitas bukan sekadar data administrasi. Ia menjadi tiket harapan, jembatan menuju pelayanan kesehatan, dan bukti bahwa kemanusiaan masih menjadi denyut utama pelayanan publik(Red/tg).



















