Sorume.Id, Konawe II Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-66 semakin terasa istimewa dengan hadirnya lomba masak tradisional yang tidak hanya menyajikan cita rasa, tetapi juga menjadi panggung unjuk kreativitas para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (16/4/26).
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah penampilan Plt Kepala Dinas Perindustrian, dan Perdagangan (Perindag) Konawe, Rasniatin bersama Timnya yang tampil memukau dengan deretan hidangan khas daerah yang sarat makna budaya.
Dengan penuh percaya diri dan sentuhan profesionalisme, Plt Kadis Perindag Konawe menghadirkan berbagai menu tradisional yang menggugah selera sekaligus membangkitkan kebanggaan akan kearifan lokal.
Di antara sajian yang ditampilkan yakni Sinonggi sebagai ikon kuliner khas Sulawesi Tenggara, disandingkan dengan “Purerembu nihela” yang kaya rempah, “majair tinunu” dengan cita rasa khas bakaran tradisional, hingga “Manu Sinanggara” yang menggoda dengan bumbu autentik.
Tak hanya itu, kehadiran “Wukuehu nahu tawaoloho” dan “Manu ni nahu ndamate” semakin melengkapi ragam hidangan yang disajikan, menjadikan meja saji Dinas Perindag Konawe sebagai salah satu yang paling menarik perhatian juri.
Setiap hidangan tidak hanya dinilai dari rasa, tetapi juga dari nilai historis, teknik penyajian, hingga upaya pelestarian budaya lokal yang terkandung di dalamnya.
Penampilan Plt Kadis Perindang termasik para pimpinan OPD lainnya tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan juga menjadi simbol kuat bahwa pelestarian kuliner tradisional dapat berjalan seiring dengan peran birokrasi dalam membangun identitas daerah.
Plt Kadis Rasniatin berhasil menunjukkan bahwa pejabat publik tidak hanya piawai dalam urusan administrasi, tetapi juga mampu mengolah masakan tradisional melalui kreativitas di dapur.
Lomba masak tradisional ini pun menjadi magnet tersendiri dalam rangkaian HUT Konawe ke-66. Ratusan pasang mata yang hadir seolah disuguhkan perjalanan rasa yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Momentum ini diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan kuliner warisan leluhur khususnya di Kabupaten Konawe
Dengan penampilan yang penuh totalitas, Plt Kadis Perindag Konawe tak hanya sekadar ikut serta, tetapi berhasil menciptakan kesan yang luar biasa bahwa di balik setiap hidangan tradisional, terdapat cerita, identitas, dan kebanggaan yang patut terus dijaga.
“Melalui Festival Sinonggi Street Food ini, Disperindag Konawe sangat antusias mengikuti lomba masak tradisional tersebut dalam rangkaian peringatan HUT Konawe ke-66 ini” Ujar Plt Kadis Perindag Konawe, Rasniatin
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi momentum penting dalam melestarikan kuliner khas daerah melalui kita agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.
Melalui sajian seperti Sinonggi, purerembu nihela, majair tinunu, manu sinanggara, wukuehu nahu tawaoloho, hingga manu ni nahu ndamate, kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Konawe memiliki nilai budaya yang tinggi dan layak untuk terus dikembangkan.
Ia berharap, agar lomba masak tradisional ini terus dilaksanakan setiap tahunya dengan menampilkan beragam jenis kuliner khas daerah dan tidak hanya dilaksnakan setiap peringatan HUT Konawe Ke-66 akan tetapi iven-iven lainnya agar kuliner khas lokal ini terus terjaga sebagai salah satu identitas budaya di konawe
Laporan : Redaksi

















